Facebook

Senin, 21 Maret 2011

Kartun Favorite ku

Nah, aku sukaaa banget sama yang namanya KARTUN!! Sekarang aku mau ngasih tau kartun apa aja yang aku sukaa. Tapi, gak usah banyak banyak yaa...3 aja cukup!

Yang petama, ini yang paling aku suka, adalah K-ON!
Anime Jepang yang menceritakan ttg Yui dan dan ketiga temannya (Mio, Ritsu, dan Tsumugi) dalam sebuah band sekolah yang dia bikin, bernama Ho Kago Tea Time.
Nyanyiannya keren2! Salut dah sama Yoko Hikasa! (penyanyi lagunya yg di k-on!) 
Wadaww..! pokoknya seru bgt dah! pecinta anime Jepang wajib nnton nih kartun! wakakakaii....



Yang kedua, biasanya udah pada tau nih kartun kan? Kesukaan ku yg kedua adalah DORAEMON (bukan Dora the Explorer ya...)! Ya...menurutku Doraemon lumayan seru kok!
Yang ini juga anime Jepang, menceritakan ttg Doraemon, robot abad 21, datang ke abad 20 untuk membantu murid SD malas yang bernama Nobita.
Ceritanya sih, kata aku, kadanyang bagus kadang juga gak nyambung....Tapi ttp seru kok!


 Nah, kalo yang ini tiap hari biasanya pada nonton. Kartun ketiga kesukaanku adalah SPONGEBOB SQUAREPANTS. Ceritanya kocak!
Kalo ini bukan anime Jepang, tapi kartun Amerika (?). Menceritakan ttg....pikir sendiri ya? kan udah pada sering nonton ;P
Spongebob emang paling kocai dah!


Author RANIA AZZAHRA.NanaAzzahra.Babang HEKER

Rabu, 09 Maret 2011

Sekilas sahabat.....(part 1)

Nah, aku sekarang mau ngasih tau siapa aja sahabat aku. Nama lengkapnya, nama panggilannya, sifatnya, daannn berapa persen kebaikan dia terhadap aku...! ceilahh...Oke, oke....3...2...1...MULAI! (biasa...lebay mode on...)
                                                             
Nama Lengkap : Farah Muthi'ah
Nama Panggilan : Farah / Farmuth / Muthi
Sifat : Lebayy (maaf far!), agak dewasa (hmm...), yaa..baik sih, nyambung klo diajak ngobrol
Persen Kebaikan : 87 %

Nama Lengkap : Adzkia Zhafira
Nama Panggilan : Adzkia / Kia / Kiki
Sifat : Lucu, gemesin, gak bikin kesel orang,suka becanda, baik banget!, kalo dia marah cuma bercanda
Persen Kebaikan : 90 %

Nama Lengkap : Putri Syifa Zahira
Nama Panggilan : Syifa / Syif / Cipa'ul
Sifat : Feminiin bangeet, suka ingetin aku kalo misalnya sifat tomboiku muncul, selaalu bawa parfum ke  sekolah!, kadang baik kadang jahat, agak ngeselin (maaf syif!)
Persen Kebaikan : 81 %

Nama Lengkap : Atika Aribah
Nama Panggilan : Atika / Tika / Cabee
Sifat : sama kayak aku (rada2 tomboi), suka ngatain aku 'cewek jadi2an', seru, gak cepet marah, gokil bet tu anak =__=
Persen Kebaikan : 89 %

Nama Lengkap : Fidza Azizah
Nama Panggilan : Azizah / Jijah / Jah
Sifat : lumayan feminin, baek, kadang ngeselin, kalo becanda garing melulu, pinter!
Persen Kebaikan : 85 %

Nama Lengkap : Maryam (sering dibilang Maryam 'Doank')
Nama Panggilan : Maryam / Marinyem
Sifat : baik banget!gak ada yang bisa nandingin kebaikan Maryam!(lebaay..), cantik banget!, seru, asik, nyambung kalo diajak ngobrol
Persen Kebaikan : 99 %

Nama Lengkap : Tsamira Azami
Nama Panggilan : Tsamira / Tsamir / Mira
Sifat : agak jutek, seru, lumayan cakep, baik kok, kadang2 suka pura2 marah sama aku  >,<
Persen Kebaikan : 95 %

Udah...segitu dulu neng! mikir + ngetik = capek tauuu...tenang aja, dalam posting selanjunya aku tampilin sahabat yg laen dah...



Author RANIA AZZAHRA.NanaAzzahra.Babang HEKER

Selasa, 22 Februari 2011

FavoMe !!

Nah, kali ini, aku akan kasih tau apa aja favorite ku. Mungkin, 10 lagu favorite ku, 10 idola favoritku, 10 makanan dan minuman favoritku, dann masih banyak lagii !

Yang pertama, aku akan kasih tau 10 lagu favoritku.
1.) Up - Justin Bieber
2.) Fudepen ~Ballpen~ - Yoko Hikasa
3.) Dream - Hannah Montana
4.) Heal the World - Michael Jackson
5.) Forever & Always - Taylor Swift
6.) Seoul - SNSD & SuJu
7.) Hoot - SNSD
8.) Stuck In the Moment - Justin Bieber
9.) It's All Right Here - Hannah Montana
10.) The Climb - Miley Cyrus
11.) Pergilah Kau - Sherina  ( BONUS )

Yang kedua, aku kasih tau 10 idola favoritku.
1.) Hannah Montana
2.) Justin Bieber
3.) SNSD
4.) Taylor Swift
5.) Jonas Brother
6.) Miley Cyrus
7.) Sherina Munaf
8.) Yoko Hikasa
9.) Demi Lovato
10.) Michael Jackson

Yang ketiga, aku kasih tau 10 makanan dan minuman favoritku.
1.) Sate Padang
2.) Jus Alpukat
3.) Rendang
4.) Es Kelapa
5.) Ayam KFC
6.) Susu Milo dan Ultra
7.) Mie ( goreng/rebus )
8.) Teh Manis
9.) Soto Bandung
10.) Air BENING

Yang keempat, aku kasih tau 10 film layar lebar favoritku.
1.) Harry Potter 1-7
2.) Up
3.) Bolt
4.) Transformer 1-2
5.) Hannah Montana the Movie
6.) Laskar Pelangi
7.) Iron Man 1-2
8.) Kungfu Panda
9.) The Last Airbender
10.) Meraih Mimpi

Udah...segitu dulu yaa...Cape mikir soalnya...Besok2 dilanjutin lagi deh!



Author

Rania Azzahra. NanaAzzahra. Babang HEKER

Sabtu, 05 Februari 2011

Barang lama,barang baru

Aku emang aneh...Aku lebih senang memakai sesuatu barang yang udah lama.Bukan yang baru dibeliin.Mungkin aku udah PW(Posisi Wuenakk)sama barang yang lama.Hahaha...Contoh : Aku mempunyai sepatu converse yang udah dipakai dari kelas 4.Waktu kelas 5,aku dibeliin sepatu Skecers yg gedeeeeeeeeee buanget. Tapi...sepatu itu cuma dipakai sekitar 2 bulan.Gara2 sepatu Skecers-nya kehujanan,jadi basah...Trusss,waktu mau sekolah...sepatunya kan basah,,,jadi ga bisa dipake....Akhirnya dicoba aja tuh sepatu Converse,,,siapa tau masih muat...Pas dicobain,ternyata muat!Sehari itu,aku pake sepatu lamaku...Ternyata,,,aku ketagihan(emg kue apa?bisa ketagihan?)make sepatu lamaku...Sampe sekarang,aku masih make sepatu lamaku.Mungkin,gara2 kesian sma aku yg make sepatu lama,jadinya aku dibeliin sepatu baru lagi dehh...yihaa!!Hehehe...

Author RANIA AZZAHRA

Aduuuhh....sakit lagii...

Ya ampuuuunn..........dari 2 hari yg lalu,asma aku kambuhh...Gabisa napas,sesak.Selama 2 hari,aku gabisa tidur.Tersiksa banget deh pokoknya.Hidungku serasa kayak ada yg nutupin.jadi gak bisa napas.Kupingku juga.Mungkin karena kecapean kali yaa.?Aku sihh...udah ngerasain sakit dari hari rabu..Tapi,baru sakit besar2annya(emg proyek apa?) hari jum'at.Tapi,Alhamdullilah,sekarang udh lebih baik...Semoga nanti hari senin,aku bisa masuk sekolahh(amiiinnn)....yippiieee!!(tapi blom tentu yaa)

  Author
RANIA AZZAHRA

Rabu, 02 Februari 2011

tanggal 11 Agustus

Ada apa dengan tanggal 11 Agustus??
Tanggal 11 Agustus adalah hari istimewa bagiku.Karena,Itu hari ULANG TAHUNKU.Di hari itu,bukan cuma aku doang yang merayakan ulang tahun.Tapi,masih banyak lagi.Seperti :
- Gita Gutawa
- Hj.Ainun Habibie
- Irfan Bachdim
- Noordin M.Top
- Dan masih banyak lagi...

Mungkin,,,ada berjuta-juta orang yang ulang tahun pada tanggal 11 Agustus.Tapi,,aku gak tauu... :-)

Kenapa sih..?

Kenapa aku dipanggil Nana?Kenapa yaa?Karenaa.....adekku gak bisa ngomong RANIA.Jadinya dia manggil aku Nana deh...

Kenapa Nana?Kenapa gak Nia aja?Gak tau deh...itu sih,,,cuma adekku yang tau..hehehe

Jadi,kamu dipanggil Nana atau Rania?Ada yang manggil Nana..Ada juga yang manggil Rania..Biasanya sih,,,orang2 yang deket aja sama aku yang manggil Nana..

Minggu, 30 Januari 2011

ada lg nih!

Ki Hajar Dewantara (1889-1959): Sosok yang Keras tapi Tidak Kasar (1)


Ki Hadjar DewantaraSebagai tokoh pendidikan, Ki Hajar Dewantara tidak seperti Ivan Illich atau Rabrindranath Tagore yang sempat menganggap sekolah sebagai siksaan yang harus segera dihindari. Ki Hajar berpandangan bahwa melalui pendidikan akan terbentuk kader yang berpikir, berperasaan, dan berjasad merdeka serta percaya akan kemampuan sendiri. Arah pendidikannya bernafaskan kebangsaan dan berlanggam kebudayaan.

Seorang tokoh seperti Ivan Illich pernah berseru agar masyarakat bebas dari sekolah. Niat deschooling tersebut berangkat dari anggapan Ivan Illich bahwa sekolah tak ubahnya pabrik yang mencetak anak didik dalam paket-paket yang sudah pasti. “…bagi banyak orang, hak belajar sudah digerus menjadi kewajiban menghadiri sekolah”, kata Illich. Demikian pula halnya dengan Rabindranath Tagore yang sempat menganggap sekolah seakan-akan sebuah penjara. Yang kemudian ia sebut sebagai “siksaan yang tertahankan”.
Ada benarnya ketika setiap pendidikan harus mampu mengarah dan mengubah status quo. Dan ini tidak berarti benar ketika menganggap sekolah tidak penting. Anak-anak dengan senang hati, umumnya masih berangkat ke sana. Kita, dan mereka, tahu; bukan mata pelajaran serta ruang kelas itu yang membikin mereka betah. Melainkan teman dan pertemuan. Bisa saja, Illich dan Tagore keliru. Sekolah juga keliru bila ia tidak tahu diri bahwa peranannya tidak seperti yang diduga selama ini. Ia bukan penentu gagal tidaknya seorang anak. Ia tak berhak menjadi perumus masa depan.
Namun, banyak kalangan sering menyejajarkan Ki Hajar Dewantara dengan Rabindranath Tagore, seorang pemikir, pendidik, dan pujangga besar kelas dunia yang telah berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional India, karena mereka bersahabat dan memang memiliki kesamaan visi dan misi dalam perjuangannya memerdekakan bangsanya dari keterbelakangan.
Tagore dan Ki Hajar sama-sama dekat dengan rakyat, cinta kemerdekaan dan bangga atas budaya bangsanya sendiri. Tagore pernah mengembalikan gelar kebangsawanan (Sir) pada raja Inggris sebagai protes atas keganasan tentara Inggris dalam kasus Amritsar Affair. Tindakan Tagore itu dilatarbelakangi kecintaannya kepada rakyat. Begitu juga halnya dengan ditanggalkannya gelar kebangsawanan (Raden Mas) oleh Ki Hajar. Tindakan ini dilatarbelakangi keinginan untuk lebih dekat dengan rakyat dari segala lapisan. Antara Ki Hajar dengan Tagore juga merupakan sosok yang sama-sama cinta kemerdekaan dan budaya bangsanya sendiri. Dipilihnya bidang pendidikan dan kebudayaan sebagai medan perjuangan tidak terlepas dari “strategi” untuk melepaskan diri dari belenggu penjajah. Adapun logika berpikirnya relatif sederhana; apabila rakyat diberi pendidikan yang memadai maka wawasannya semakin luas, dengan demikian keinginan untuk merdeka jiwa dan raganya tentu akan semakin tinggi.
Di barat, Paulo Freire hadir dengan konsep pendidikan pembebasan. Di sini, Ki Hajar Dewantara menjadi pahlawan pendidikan nasional karena pendidikan sistem among yang ia kembangkan di taman siswa. Ungkapannya sangat terkenal; “tut wuri handayani”, “ing madya mangun karsa”, dan “ing ngarsa sung tulada”. Istilah inipun tak hanya populer di kalangan pendidikan, tetapi juga pada berbagai aspek kehidupan lain.
Siapakah sebenarnya tokoh pelopor pendidikan bangsa ini?
Siapa sih, yang tidak kenal dengan tokoh yang satu ini? Pejuang gigih, politisi handal, guru besar bangsa, pendiri Taman Siswa, memang sudah diakui oleh sejarah. Tapi sebagai pribadi yang keras tapi lembut, ayah yang demokratis, sosoknya yang sederhana, penggemar barang bekas, belum banyak orang tahu. Bahkan bagaimana tiba-tiba dia dipanggil dengan nama Ki Hajar Dewantara juga belum banyak yang tahu.
Tokoh peletak dasar pendidikan nasional ini terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, dilahirkan di Yogyakarta pada hari Kamis, tanggal 2 Mei 1889. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Pendidikan dasarnya diperoleh di Sekolah Dasar ELS (sekolah dasar Belanda) dan setelah lulus, ia meneruskan ke STOVIA (sekolah kedokteran Bumi putera) di Jakarta, tetapi tidak sampai selesai. Kemudian bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedya Tama, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Ia tergolong penulis tangguh pada masanya; tulisan-tulisannya sangat tegar dan patriotik serta mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.
Selain menjadi seorang wartawan muda R.M. Soewardi juga aktif dalam organisasi sosial dan politik, ini terbukti di tahun 1908 dia aktif di Boedi Oetama dan mendapat tugas yang cukup menantang di seksi propaganda. Dalam seksi propaganda ini dia aktif untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada waktu itu mengenai pentingnya kesatuan dan persatuan dalam berbangsa dan bernegara.
Tiga SerangkaiSetelah itu pada tanggal 25 Desember 1912 dia mendirikan Indische Partij yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka, organisasi ini didirikan bersama dengan dr. Douwes Dekker dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo. Organisasi ini berusaha didaftarkan status badan hukumnya pada pemerintahan kolonial Belanda tetapi ditolak pada tanggal 11 Maret 1913, yang dikeluarkan oleh Gubernur Jendral Idenburg sebagai wakil pemerintah Belanda di negara jajahan. Alasan penolakannya adalah karena organisasi ini dianggap oleh penjajah saat itu dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan bergerak dalam sebuah kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda !
Keras tapi Tidak Kasar. Inilah ciri khas kepribadian Ki Hajar yang diakui rekan-rekan sejawatnya. Kras maar nooit grof, keras namun tidak pernah kasar. Kesetiaan pada sikapnya ini terlihat jelas pada setiap kiprahnya.
Ketika partainya, Partai Hindia atau Indische Partij (IP) dibredel pemerintah Belanda (1912), dia tidak putus asa. Kritik pedas kepada penjajah juga dilancarkan lewat artikelnya dalam de Express November 1913, berjudul Als ik eens Nederlander was (Seandainya saya orang Belanda). Dengan sindiran tajam, tulisan itu menyatakan rasa malunya merayakan hari kemerdekaan negerinya dengan memungut uang dari rakyat Hindia yang terjajah. Soewardi bahkan mengirim telegram kepada Ratu Belanda berisi usulan untuk mencabut pasal 11 RR (Regerings Reglement – UU Pemerintahan Negeri Jajahan) yang melarang organisasi politik di Hindia-Belanda. Karuan saja, akibat tulisan itu Ki Hajar dibuang ke Belanda pada Oktober 1914. Padahal dia baru saja mempersunting R.A. Sutartinah. Jadi, terpaksa dia harus berbulan madu di pengasingan.
Dalam masa pembuangan itu tidak dia sia-siakan untuk mendalami masalah pendidikan dan pengajaran, sehingga berhasil memperoleh Europesche Akte. Setelah kembali ke tanah air di tahun 1918, ia mencurahkan perhatian di bidang pendidikan sebagai bagian dari alat perjuangan meraih kemerdekaan. Diwujudnyatakan bersama rekan-rekan seperjuangan dengan mendirikan Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau lebih dikenal dengan Perguruan Nasional Tamansiswa pada 3 Juli 1922, sebuah perguruan yang bercorak nasional.
Perguruan nasional Taman Siswa mencoba memadukan model pendidikan barat dengan budaya-budaya negeri sendiri. Namun, kurikulum pemerintah Hindia Belanda tidak diajarkan, karena garis perjuangan Ki Hajar bersifat non-kooperasi terhadap pemerintah kolonial. Sifatnya mandiri.
Tak hanya dalam bersikap, secara fisikpun Ki Hajar memiliki keberanian yang mencengangkan. Ini terkuak dalam peristiwa rapat umum di Lapangan Ikada (sekarang Monas), 19 September 1945. Saat itu pemerintah R.I. menghadapi tantangan, apakah presiden dan jajaran kabinetnya berani menembus kepungan senjata tentara Jepang di sekeliling lapangan. Sebagian menuntut Presiden, Wapres, dan segenap anggota kabinet hadir di Lapangan Ikada agar tidak mengecewakan rakyat. Yang lain menolaknya denga n pertimbangan keselamatan.
Akhirnya, semua sepakat untuk hadir. Tapi, siapa menteri yang harus membuka jalan memasuki Lapangan Ikada, sebelum rombongan presiden. Karena ada kemungkinan Jepang membantai rombongan menteri yang pertama masuk Ikada untuk mencegah keberhasilan Pemerintah RI menyatakan eksistensinya kepada rakyat dan dunia internasional. Pada saat kritis inilah sebagai Menteri Pengajaran Ki Hajar unjuk keberanian. Bersama Menlu Mr. Achmad Subarjo, Mensos Mr. Iwa Kusuma Sumantri, ia menyediakan tubuhnya menjadi tameng. Padahal bapak enam anak itu bisa dibilang tak lagi muda. Ketika diingatkan oleh Sesneg Abdul Gafur Pringgodigdo, “Ingat, Ki Hajar ‘kan sudah tua.” “Justru karena itulah, mati pun tidak mengapa,” jawab Ki Hajar enteng.
Sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia dan pendiri Tamansiswa, Ki Hajar memang tidak sendirian berjuang menanamkan jiwa merdeka bagi rakyat melalui bidang pendidikan. Namun telah diakui dunia bahwa kecerdasan, keteladanan dan kepemimpinannya telah menghantarkan dia sebagai seorang yang berhasil meletakkan dasar pendidikan nasional Indonesia. Ki Hajar bukan saja seorang tokoh dan pahlawan pendidikan ini tanggal kelahirannya 2 Mei oleh bangsa Indonesia dijadikan hari Pendidikan Nasional, selain itu melalui surat keputusan Presiden RI no. 395 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959 Ki Hajar ditetapkan sebagai pahlawan Pergerakan Nasional. Penghargaan lainnya yang diterima oleh Ki Hajar Dewantara adalah gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gadjah Mada di tahun 1957.
Orang seringkali lupa, semboyan tutwuri handayani adalah bagian dari kesatuan yang lengkapnya berbunyi, ing ngarso sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Di depan memberi teladan, di tengah menghidupkan gairah, di belakang memberi pengarahan. Mungkin, peristiwa di atas sekaligus bisa memberi jawaban, apakah yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin kalau anak buahnya terancam bahaya.
Masalah pendidikan memang rumit. Terlebih lagi jika anggaran dananya juga sedikit. Program pendidikan yang dicita-citakan bangsa ini begitu besar, namun kesadaran pendidikannya masih sering tercium aroma komersial. Akibatnya, nilai-nilai pendidikan tergeser begitu jauh dari pusarannya.

Rabu, 26 Januari 2011

Info lagi!

Sekarang,ada info lagi nih!Tentang pahlawan jugaa...Teman-teman yg mempunyai uang 1000 Rupiah,pasti tau dong,pahlawan itu siapa?Ayoo..tebak!Pahlawan itu adalah Kapitan Pattimura!Ayo lihat selengkapnya..


Kapitan Pattimura (lahir di Hualoy, Hualoy, Seram Selatan, Maluku, 8 Juni 1783 – meninggal di Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun), memiliki nama asli Thomas Matulessy atau Thomas Matulessia.


Pattimura, lahir di Saparua.Ia adalah putra Frans Matulesi dengan Fransina Silahoi. Adapun dalam buku biografi Pattimura versi pemerintah yang pertama kali terbit, M Sapija menulis, "Bahwa pahlawan Pattimura tergolong turunan bangsawan dan berasal dari Nusa Ina (Seram). Ayah beliau yang bernama Antoni Mattulessy adalah anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy. Yang terakhir ini adalah putra raja Sahulau. Sahulau merupakan nama orang di negeri yang terletak dalam sebuah teluk di Seram Selatan".


Dari sejarah tentang Pattimura yang ditulis M Sapija, gelar kapitan adalah pemberian Belanda. Padahal tidak.
Menurut Sejarawan Mansyur Suryanegara, leluhur bangsa ini, dari sudut sejarah dan antropologi, adalah homo religiosa (makhluk agamis). Keyakinan mereka terhadap sesuatu kekuatan di luar jangkauan akal pikiran mereka, menimbulkan tafsiran yang sulit dicerna rasio modern. Oleh sebab itu, tingkah laku sosialnya dikendalikan kekuatan-kekuatan alam yang mereka takuti.
Jiwa mereka bersatu dengan kekuatan-kekuatan alam, kesaktian-kesaktian khusus yang dimiliki seseorang. Kesaktian itu kemudian diterima sebagai sesuatu peristiwa yang mulia dan suci. Bila ia melekat pada seseorang, maka orang itu adalah lambang dari kekuatan mereka. Dia adalah pemimpin yang dianggap memiliki kharisma. Sifat-sifat itu melekat dan berproses turun-temurun. Walaupun kemudian mereka sudah memeluk agama, namun secara genealogis/silsilah/keturunan adalah turunan pemimpin atau kapitan. Dari sinilah sebenarnya sebutan "kapitan" yang melekat pada diri Pattimura itu bermula.
[1]
Sebelum melakukan perlawanan terhadap VOC ia pernah berkarier dalam militer sebagai mantan sersan Militer Inggris.[2] Kata "Maluku" berasal dari bahasa Arab Al Mulk atau Al Malik yang berarti Tanah Raja-Raja.[3] mengingat pada masa itu banyaknya kerajaan
Pada tahun 1816 pihak Inggris menyerahkan kekuasaannya kepada pihak Belanda dan kemudian Belanda menetrapkan kebijakan politik monopoli, pajak atas tanah (landrente), pemindahan penduduk serta pelayaran Hongi (Hongi Tochten), serta mengabaikan Traktat London I antara lain dalam pasal 11 memuat ketentuan bahwa Residen Inggris di Ambon harus merundingkan dahulu pemindahan koprs Ambon dengan Gubenur dan dalam perjanjian tersebut juga dicantumkan dengan jelas bahwa jika pemerintahan Inggris berakhir di Maluku maka para serdadu-serdadu Ambon harus dibebaskan dalam artian berhak untuk memilih untuk memasuki dinas militer pemerintah baru atau keluar dari dinas militer, akan tetapi dalam pratiknya pemindahn dinas militer ini dipaksakan [4] Kedatangan kembali kolonial Belanda pada tahun 1817 mendapat tantangan keras dari rakyat. Hal ini disebabkan karena kondisi politik, ekonomi, dan hubungan kemasyarakatan yang buruk selama dua abad. Rakyat Maluku akhirnya bangkit mengangkat senjata di bawah pimpinan Kapitan Pattimura [3] Maka pada waktu pecah perang melawan penjajah Belanda tahun 1817, Raja-raja Patih, Para Kapitan, Tua-tua Adat dan rakyat mengangkatnya sebagai pemimpin dan panglima perang karena berpengalaman dan memiliki sifat-sfat kesatria (kabaressi). Sebagai panglima perang, Kapitan Pattimura mengatur strategi perang bersama pembantunya. Sebagai pemimpin dia berhasil mengkoordinir Raja-raja Patih dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan, memimpin rakyat, mengatur pendidikan, menyediakan pangan dan membangun benteng-benteng pertahanan. Kewibawaannya dalam kepemimpinan diakui luas oleh para Raja Patih maupun rakyat biasa. Dalam perjuangan menentang Belanda ia juga menggalang persatuan dengan kerajaan Ternate dan Tidore, raja-raja di Bali, Sulawesi dan Jawa. Perang Pattimura yang berskala nasional itu dihadapi Belanda dengan kekuatan militer yang besar dan kuat dengan mengirimkan sendiri Laksamana Buykes, salah seorang Komisaris Jenderal untuk menghadapi Patimura.
Pertempuran-pertempuran yang hebat melawan angkatan perang Belanda di darat dan di laut dikoordinir Kapitan Pattimura yang dibantu oleh para penglimanya antara lain Melchior Kesaulya, Anthoni Rebhok, Philip Latumahina dan Ulupaha. Pertempuran yang menghancurkan pasukan Belanda tercatat seperti perebutan benteng Belanda Duurstede, pertempuran di pantai Waisisil dan jasirah Hatawano, Ouw- Ullath, Jasirah Hitu di Pulau Ambon dan Seram Selatan. Perang Pattimura hanya dapat dihentikan dengan politik adu domba, tipu muslihat dan bumi hangus oleh Belanda. Para tokoh pejuang akhirnya dapat ditangkap dan mengakhiri pengabdiannya di tiang gantungan pada tanggal 16 Desember 1817 di kota Ambon. Untuk jasa dan pengorbanannya itu, Kapitan Pattimura dikukuhkan sebagai “PAHLAWAN PERJUANGAN KEMERDEKAAN” oleh pemerintah Republik Indonesia...... Pahlawan Nasional Indonesia.

Info nih!

Nah,sekarang,aku mau berbagi info tentang pahlawan-pahlawan.Yaitu Christina Martha Tiahahu.Berikut infonya..

Christina Martha Tiahahu
Martha Christina Tiahahu (lahir di Nusa Laut, Maluku, 4 Januari 1800 – meninggal di Laut Banda, Maluku, 2 Januari 1818 pada umur 17 tahun) adalah seorang gadis dari Desa Abubu di Pulau Nusalaut. Lahir sekitar tahun 1800 dan pada waktu mengangkat senjata melawan penjajah Belanda berumur 17 tahun. Ayahnya adalah Kapitan Paulus Tiahahu, seorang kapitan dari negeri Abubu yang juga pembantu Thomas Matulessy dalam perang Pattimura tahun 1817 melawan Belanda.
Martha Christina tercatat sebagai seorang pejuang kemerdekaan yang unik yaitu seorang puteri remaja yang langsung terjun dalam medan pertempuran melawan tentara kolonial Belanda dalam perang Pattimura tahun 1817. Di kalangan para pejuang dan masyarakat sampai di kalangan musuh, ia dikenal sebagai gadis pemberani dan konsekwen terhadap cita-cita perjuangannya.
Sejak awal perjuangan, ia selalu ikut mengambil bagian dan pantang mundur. Dengan rambutnya yang panjang terurai ke belakang serta berikat kepala sehelai kain berang (merah) ia tetap mendampingi ayahnya dalam setiap pertempuran baik di Pulau Nusalaut maupun di Pulau Saparua. Siang dan malam ia selalu hadir dan ikut dalam pembuatan kubu-kubu pertahanan. Ia bukan saja mengangkat senjata, tetapi juga memberi semangat kepada kaum wanita di negeri-negeri agar ikut membantu kaum pria di setiap medan pertempuran sehingga Belanda kewalahan menghadapi kaum wanita yang ikut berjuang.
Di dalam pertempuran yang sengit di Desa Ouw – Ullath jasirah Tenggara Pulau Saparua yang nampak betapa hebat srikandi ini menggempur musuh bersama para pejuang rakyat. Namun akhirnya karena tidak seimbang dalam persenjataan, tipu daya musuh dan pengkhianatan, para tokoh pejuang dapat ditangkap dan menjalani hukuman. Ada yang harus mati digantung dan ada yang dibuang ke Pulau Jawa. Kapitan Paulus Tiahahu divonis hukum mati tembak. Martha Christina berjuang untuk melepaskan ayahnya dari hukuman mati, namun ia tidak berdaya dan meneruskan bergerilyanya di hutan, tetapi akhirnya tertangkap dan diasingkan ke Pulau Jawa.
Di Kapal Perang Eversten, Martha Christina Tiahahu menemui ajalnya dan dengan penghormatan militer jasadnya diluncurkan di Laut Banda menjelang tanggal 2 Januari 1818. Menghargai jasa dan pengorbanan, Martha Christina dikukuhkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Semoga,info ini berguna bai teman-teman!

Haaaii !!!

Halooo!!Lg pada ngapain?Hehehe...Aku baru aja bikin blog...Tapi,Insya Allah setiap 1 minggu sekali,akan ada info-info seputar pelajaran lho..!